Breaking News
Buku Legenda Rakyat Labusel "Oppu Ni Akkat" Karya Tulis Ades Iskandar Akan Segera Terbit

Buku Legenda Rakyat Labusel "Oppu Ni Akkat" Karya Tulis Ades Iskandar Akan Segera Terbit

LABUSEL | DN24 -

Menyalurkan bakat atau hobi jika digeluti dengan serius pasti akan membuahkan hasil yang manis. Seperti Wan Ades Iskandar Nasution seorang tokoh Muda penghobi menulis asal Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan, yang dalam waktu dekat akan menerbitkan buku legenda Rakyat Labusel berjudul "Oppu Ni Akkat".

Ades Iskandar kepada Awak media Dikonews mengatakan bahwa hobinya dipakoni sejak duduk di bangku SMA sampai saat ini, dan belakangan semakin ditingkatkan dengan mengikuti event-event lomba yang dilaksanakan di Kabupaten dan Propinsi.

Bahkan Ades juga aktif menerbitkan karya tulisannya di media sosial (Medsos) Facebook miliknya yang saat ini masih terus berlanjut terbit bersambung yakni "Cerbung Roman", diungkapkan Wan Ades Iskandar Nasution pada media saat diawawancarai tentang rencana penerbitan buku legenda rakyat labusel di kediamannya pada Sabtu (16/2).

Lebih lanjut Ades Nasution mengatakan bahwa motivasinya menulis legenda rakyat Labusel dikarenakan keinginan mempopulerkan cerita lokal yang ada di daerahnya agar bisa dibaca oleh seluruh masyarakat Indonesia khususnya di Labuhanbatu Selatan.”Kita kaya akan cerita rakyat yang sering kita dengar secara turun temurun dari orang tua kita, kalau tidak kita tuangkan dalam bentuk buku, maka itu akan sirna. Sebab cerita rakyat merupakan aseet kita yang perlu dilestartikan sama halnya dengan cerita rakyat yang ada di daerah lain seperti danau toba, tangkuban perahu dan lain sebagainya” ungkap Ades yang juga dikenal dengan tokoh muda yang enerjik.

Selain itu Ades juga berharap bahwa generasi muda sudah seharusnya berperan dalam meningkatkan khasanah lokal yang ada di Labuhanbatu Selatan, sehingga karya yang dihasilkan dapat menjadi asset yang bisa diandalkan untuk masa yang akan datang. Disamping itu pemerintah juga harus dapat mengakomodir segala potensi daerah baik Sumber Daya Manusia maupun Sumber Daya Alamnya.”Pemuda harus menjadi agent of change demi tanah leluhur yang kita cintai ini” Ujarnya.

Disamping menulis yang menjadi kegemarannya, beliau juga dikenal aktif dalam setiap kegiatan keorganisasian seperti ketua umum Pusdikpemas, Wakil Ketua Kadin,r5wejm i, Wakil Ketua Kadin,r5wejm i, Wakil Ketua Kadin, Sekretaris Labusel Jurnalis Independen, dan Ketua Sanggar Putra Melayu.

Bahkan Beliau beberapa kali menjuarai dan mengikuti lomba penulisan cerita rakyat diantaranya yakn juara I tingkat Kabupaten dengan judul “Danau Permata” (2013), Juara II tingkat Kabupaten dengan Judul Oppu ni Akkat (2014), juara II tingkat Propinsi dengan judul “Oppu ni Akkat” (2014), juara III tingkat Kabupaten dengan judul “Raja Pinayungan yang perkasa”(2015), juara I tingkat Kabupaten dengan judul “ Siperos” (2016) dan beberapa novel seperti Ndut, Rindy Jangan Pergi, Cintaku Bersemi di Aek Sijorni, Reuni, Simaker Tersandung Cinta, Hijrah, Gadis Berkerudung,dan Lentera Cinta sang Bidadari.(AZR).