Breaking News
Empat Pelaku Pembunuhan Kader IPK di Tangkap, Puluhan Pelaku Masih di Cari Polisi

Empat Pelaku Pembunuhan Kader IPK di Tangkap, Puluhan Pelaku Masih di Cari Polisi

MEDAN | DN24 - 
 
Satuan Reskrim Polrestabes Medan berhasil ringkus empat pelaku pembunuhan terhadap Korban Jarisman Saragih (22) anggota IPK (Ikatan Pemuda Karya), yang dianiaya hingga tewas di Jalan Cemara, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang pada Sabtu (2/2/19) lalu.

Keempat pelaku yakni Riki, Dicky, Danu dan Fadli, selain ke empat pelaku, Polisi masih memburu puluhan pemuda lainnya yang terlibat kasus tersebut sehingga korban tewas.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto kepada wartawan, Selasa (5/2/2019) mengungkapkan, keempat pelaku yang sudah diberikan tindakan tegas ini mengaku melakukan penganiayaan dengan menggunakan benda keras dan tajam hingga korban tewas.

Kemudian, Kapolrestabes pun meminta kepada para pelaku yang belum tertangkap untuk menyerahkan diri dengan baik-baik. Sebab, petugas tidak segan memberikan tindakan tegas untuk melumpuhkan para pelaku yang sudah diketahui ciri-cirinya itu.

"Kita himbau kepada pelaku lainnya untuk segera menyerahkan diri. Untuk itu, diharapkan kedua belah pihak harus menahan diri dan menjaga suasana tetap kondusif di Kota Medan. Kita harap tidak ada lagi aksi penganiayaan seperti ini berikutnya" tegasnya.

Beritakan sebelumnya, suasana di Jalan Cemara, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan dihebohkan dengan tewasnya kader IPK, Sabtu (2/2/2019) petang. Korban Jamin Saragih tewas dalam posisi terkapar dengan mengenakan baju seragam IPK.

Sebelum kejadian, diketahui korban baru selesai mengikuti pelantikan PAC IPK Kecamatan Medan Timur dan PAC IPK Medan Perjuangan di Lapangan Gajah Mada, Jalan Krakatau, Medan. 
 
Selanjutnya, sekitar pukul 16.00 WIB, korban pulang dengan menggunakan sepeda motor menuju Jalan Cemara tujuan Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli.

Namun setibanya korban di Jalan H Anif, korban dihadang oleh sejumlah orang tak dikenal yang diduga dari kubu Ormas kepemudaan lain. Kemudian korban dikeroyok hingga akhirnya korban meninggal dunia.

Dari lokasi kejadian petugas berhasil menyita barang bukti, puluhan senjata tajam, sejumlah panah beracun, tombak, dua unit senapan angin.

Sementara itu, Ketua DPD IPK Kota Medan, Thomas Purba menilai, pengeroyokan terhadap kadernya tersebut merupakan suatu perbuatan yang tidak berprikemanusiaan, dan tidak sportif yang dilakukan oleh sebuah organisasi.

"Seharusnya orang (korban) yang sudah tidak berdaya tidak boleh diperlakukan seperti itu. Satu orang dianiaya oleh puluhan orang sungguh tidak punya prikemanusiaan," ungkapnya kepada wartawan, di Kantor DPD IPK Medan Jalan Burjamhal, Medan, Senin (4/2/19) kemarin.

Selain itu, Thomas juga menegaskan jika kejadian ini bukanlah bentrok. Melainkan sebuah penghadangan, penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh puluhan orang.

"Ini bukan bentrok, melainkan dicegat oleh kurang lebih 50 orang. Jadi sudah perencanaan dari awal. IPK tidak ada melakukan penyerangan," ujarnya.

Sambung Thomas, selain merenggut nyawa satu orang, kejadian ini juga mengakibatkan satu orang kader IPK mengalami luka tembak dan panah.

"Mereka dipersenjatai, jadi ini sudah direncanakan. Kami minta polisi bertindak tegas menangkap pelaku, dan aktor intelektual dibalik kejadian ini," imbuhnya.

Thomas menduga ada motif lain dalam peristiwa ini, khususnya yang berhubungan dengan penyelidikan kepolisian soal perambahan hutan.

"Saya kira mungkin ini ada hubungan. Mungkin pengalihan dari masalah kemaren (alih fungsi hutan jadi perkebunan sawit), sehingga perhatian warga menjadi teralihkan," tegasnya.

Untuk itu,Thomas mengaku jika IPK siap mendukung Kepolisian dalam menuntaskan masalah ini. 

"Kalau memang kita sama-sama menginginkan kota Medan dan Indonesia kondusif, ini harus ditindak tegas. Semua pelaku harus ditangkap, supaya kejadian ini tidak terulang," tandasnya. (Jolly)