Breaking News
Heboh Aksi Pembacokan Operator Warnet oleh Pria Bertubuh Gempal

Heboh Aksi Pembacokan Operator Warnet oleh Pria Bertubuh Gempal

MEDAN | DN24 -

Warga Jalan Setiabudi Simpang Pemda Medan dihebohkan dengan aksi pembacokan seorang petugas penjaga warnet (operator warnet), pada Sabtu (16/2/2019) sekitar pukul 23.30 WIB.

Pada pemberinta sebelumnya, aksi pembacokan petugas warnet (operator) diduga karena cekcok dengan pemilik kios gorengan yang tepat berada di sebelah rumah toko (ruko) MDX Game Online.

Pada peristiwa tersebut, seorang pria berbaju biru, bertubuh gempal mengacungkan sebilah parang dan berusaha menebas operator warnet.

Beruntung nyawa korban masih bisa diselamatkan oleh warga, meski ia mendapat luka tebasan benda tajam tersebut di bagian tangan, kepala.

Informasi yang berhasil dihimpun, korban pun diboyong warga ke RSUP Adam Malik Medan untuk mendapat pertolongan medis.

Korban pun dibawa warga dengan menggunakan sepeda motor jenis metik. 
 
  Perselisihan operator warnet dengan pedagang gorengan (Istimewa)

Saat Tribun Medan menyambangi lokasi, warnet MDX masih beroperasi pasca kejadian pada dini hari tersebut.

Aktivitas warnet berjalan dengan normal, namun posisi operator warnet telah diganti oleh orang lain.

"Saya tahu kejadian tadi malam. Namun saya tidak kenal dengan operator yang lama, karena saya beri kerja hari ini disuruh bos menggantikan yang lama," ucap pria yang enggan menyebutkan namanya, Minggu (17/2/2019).

Tepat sebelah ruko warnet tersebut, kios gorengan terlihat tutup.
 
Tim mencari informasi kepada warga sekitar pasca kejadian pembacokan tersebut. Warga sekitar, Sinuraya mengatakan benar tadi malam kejadiannya. 
 
Steling pedagan gorengan pecah (Istimewa)

"Saya begitu sampai, heran kok ada ramai-ramai di sini. Saya cek lah ada apa. Ternyata ada pembacokan. Saat korban dibawa saya masih lihat, tangan berdarah, kepala, kaki. Kata warga di sini mau dibawa ke RSUP Adam Malik," ujar pria berkulit sawo matang ini.

Kalau untuk kronologis, sambung pria berkepala plontos ini, berawal saat pinjam sepeda motor yang kelamaan dipulangkan.

"Jadi di kios gorengan ini ribut mulut karena soal pinjam kereta (sepeda motor) yang kelamaan dipulangkan. Jadi si penjaga warnet dan tiga kawannya yang lain keluar melihat keributan tersebut. Namun pemilik warung mengatakan 'apa kalian lihat-lihat'. Mungkin karena tidak senang dengan teguran si pemilik warung, si operator warnet ini memecahkan botol ke steling jualan," katanya.

Masih dikatakan Sinuraya, karena empat orang yang melihat penjual gorengan ini ribut tidak ada yang mau mengaku siapa yang melempar botol tersebut.

"Dicek melalui CCTV lah siapa pelaku yang lempar botol. Ternyata mereka tanda bahwa pelaku itu operator warnet. Pemilik warung emosi mau bawa parang tapi karena ditahan sama istrinya tidak jadi. Pemiliknya nelpon si abangnya karena warungnya diganggu. Mendapat kabar tersebut, si Abang ini datang bawa parang. Meski sudah dicegah namun tetap tidak bisa sehingga dibacok la si penjaga warnet ini," katanya.

Kalau wilayah hukum, lanjut Sinuraya, ini wilayah hukum Polsek Delitua, di sebrang wilayah hukum Polsek Sunggal.

"Tadi malam sudah datang mobil polisi Polsek Delitua. Gak tahu gimana kelanjutannya. Saya tidak tahu siapa nama pelakunya, namun kalau tidak sikap marganya Parangin-angin,"pungkasnya.
 
 
Sumber : TribunMedan