Breaking News
Jarisman Saragih Tewas dengan 7 Peluru di Perutnya, Polisi Jerat 4 Pelaku dengan Pasal Berlapis

Jarisman Saragih Tewas dengan 7 Peluru di Perutnya, Polisi Jerat 4 Pelaku dengan Pasal Berlapis

MEDAN | DN24 -

Jarisman Saragih warga Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli, diduga tewas dikeroyok sejumlah pemuda di Jalan H Anif Desa Sampali, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Delisersang pada Sabtu (2/2/2019) lalu.

Kejadian nahas tersebut usai korban yang mengikuti pelantikan di lapangan bola kaki Gajah Mada Krakatau Medan.

Informasi lain yang berhasil dihimpun, sebelum peristiwa nahas menimpa korban, pada Sabtu (2/2/2019) siang, dirinya bersama teman-teman mengikut acara pelantikan organisasi kepemudaan Kecamatan Medan Timur dan Kecamatan Medan Pertama di lapangan bola kaki Gajah Mada Jalan Krakatau Medan.

Namun, sekitar pukul 16.00 WIB, acara pelantikan selesai dan korban bersama beberapa rekannya berniat pulang ke rumahnya dengan mengendarai sepedamotor.

Saat melintas di Jalan H Anif, korban dan teman-temannya diduga dihadang puluhan pria.

Nahas bagi korban, ia berhasil ditangkap dan dikeroyok hingga diduga tewas di tempat. Sementara teman-teman korban berhasil kabur.

Mengetahui korban tewas, diduga para pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi. Polisi yang mendapat informasi tersebut langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Alhasil, petugas ringkus empat dari sepuluh yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Adapun identitas para pelaku yang berhasil diamankan petugas Polrestabes Medan yakni, Dicky Pranoto alias Black (39), Danu Indra alias Komeng (20), Riki Sugiarto (25), Muhammad Padli (23).

Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto didampingi Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, empat dari sepuluh pelaku berhasil diringkus.

Sementara enam lainnya masih diburu dan ditetapkan sebagai DPO.

"Jadi menurut keterangan para pelaku, saat itu kawan-kawan korban melintas dengan menggas kencang sepeda motor mereka. Diduga sekelompok orang ini tidak terima kebetulan korban melintas dan menjadi pelampiasan," ujarnya saat menyampaikan paparan pengungkapan kasus di Mapolrestabes Medan, Selasa (5/2/2019).

Untuk kematian korban, sambung Dadang, pihaknya masih menunggu hasil visum.

"Untuk kematian korban masih kita tunggu hasil visum. Karena ada tujuh butir peluru yang bersarang di dalam perut korban," jelas Dadang.

Keempat pelaku, digiring ke meja press release. Keempat pelaku masih diborgol. Satu dari empat pelaku dihadiahi timah panas di kedua kakinya.

"Dicky ini saat diamankan melakukan perlawanan hingga membahayakan petugas. Dengan cepat, tegas dan terukur, ia dikumpulkan di bagian kedua kakinya," kata Dadang.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi meminta kepada semua pihak untuk menciptakan ketenangan.

Hal itu disampaikan Kapolrestabes kepada wartawan pasca tewasnya seorang anggota organisasi kepemudaan, Jamin Saragih warga Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli, Delisersang yang diduga meninggal usai dikeroyok sejumlah pemuda di Jalan H Anif Desa Sampali, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Delisersang.

Kombes Dadang berharap untuk percayakan penegakan hukum terhadap pelaku kepada pihak kepolisian.

"Semua pihak agar menciptakan ketenangan. Percayakan penegakan hukum kepada pihak kepolisian. Pelaku harus bertanggung jawab. Untuk empat pelaku dijerat Pasal 338 subsider Pasal 340 subsider Pasal 170 KUHPidana dengan ancaman seumur hidup," katanya dengan tegas.
Sumber : TribunMedan