Breaking News
Kebakaran Dahsyat Landa Apartemen di Dhaka, 70 Orang Tewas

Kebakaran Dahsyat Landa Apartemen di Dhaka, 70 Orang Tewas

DHAKA | DN24 -

Setidaknya 70 orang tewas setelah kebakaran dahsyat melanda beberapa gedung apartemen yang juga digunakan sebagai gudang bahan kimia di ibu kota Bangladesh, Dhaka. Awalnya, korban meninggal tercatat sekitar 65 orang.

Kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 22.40 malam waktu setempat pada hari Rabu dan baru bisa padam 12 jam kemudian.

Gedung-gedung yang terbakar tersebut berlokasi di Chawkbazar, Dhaka. Para pejabat pengontrol kebakaran mengatakan bahwa 70 orang telah tewas. Para pejabat memperkirakan jumlah korban tewas akan meningkat Karena kru darurat masih mencari para korban.

Mengutip Al Jazeera, Jumat (22/2/2019), setidaknya 25 orang belum ditemukan. Banyak jenazah dibakar tanpa bisa dikenali, kata Chowdhury. Identifikasi mereka "mungkin memerlukan tes DNA nanti".

Haji Abdul Kader, yang tokonya hancur terbakar, mengatakan ia hanya selamat dari kobaran api saat meninggalkan toko untuk pergi ke apotek.

"Ketika saya berada di apotek, saya mendengar ledakan besar. Saya berbalik dan melihat seluruh jalan, yang penuh sesak dengan mobil dan becak, terbakar. Api ada di mana-mana," katanya kepada kantor berita AFP. "Saya terbakar dan dilarikan ke rumah sakit," katanya.

Shamsul Alam, seorang petugas di departemen bahan peledak, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa penyelidikan awal menemukan bahwa api dimulai ketika sebuah tabung gas meledak.

"Tim kami masih menyelidiki. Tidak ada yang konklusif dapat dikatakan sekarang," katanya.

Tayangan stasiun televisi setempat menunjukkan petugas pemadam kebakaran memanjat tangga untuk mencoba menyemprotkan air ke salah satu bangunan yang terbakar. Satu helikopter juga terlihat melayang di atas lokasi tersebut.

Seorang pejabat pemadam kebakaran mengatakan kepada wartawan bahwa kobaran api telah "terbatas".
"Ini akan memakan waktu. Ini tidak seperti api lainnya," kata pejabat yang tidak disebutkan namanya.

Dia menambahkan api menjadi sangat dahsyat karena bahan kimia sangat mudah terbakar disimpan di gedung tersebut.

Presiden Abdul Hamid dan Perdana Menteri Sheikh Hasina menyatakan sangat terkejut atas insiden itu dan simpati dengan keluarga mereka yang tewas dalam kebakaran itu.

Kementerian Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan telah mengumumkan kompensasi 100.000 taka untuk keluarga mereka yang tewas. Sedangkan kompensasi sebesar 50.000 taka untuk mereka yang terluka.

Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Khan Kamal telah mengunjungi tempat kejadian. Dia mengumumkan pembentukan komite untuk menyelidiki kebakaran, yang akan menyerahkan laporannya dalam tujuh hari.

Kementerian Perindustrian juga membentuk 12 anggota badan untuk menyelidiki penyebab kebakaran tersebut, yang akan dilaporkan dalam waktu lima hari. 
 
 
Sumber : SINDOnews