Breaking News
Mantan Gubsu dan Mapala Bersihkan Sampah di Danau Sihombak Medan Utara

Mantan Gubsu dan Mapala Bersihkan Sampah di Danau Sihombak Medan Utara





MARELAN | DN24 - Danau Sihombak merupakan aset wisatawan warga sekitar dan ini adalah danau yang satu satunya ada di Medan Utara tepatnya di Jalan Sihombak Kelurahan Paya pasir, Kecamatan Medan Marelan.

Namun, Danau ini dulunya sangat terawat dan bersih. Tapi sekarang tak terawat, banyak sampah yang menumpuk hingga membuat pemandangan di danau itu menjadi kumuh dan bau.

Di hari peduli sampah nasional, mahasiwa yang tergabung dalam MAPALA (Mahasiwa Peduli Alam) dan para aktifis pecinta lingkungan turut hadir dan rela berkecabu dengan lumpur untuk membersihkan sampah yang ada di pinggiran danau serta menanam pohon bakau guna melestarikan hutan bakau yang sudah mulai punah di pinggiran danau tersebut.

Dalam agenda peduli sampah nasional, seorang aktifis dari Gebraksu, Saharudin mengajak masyarakat untuk ikut bersama membantu membersihkan sampah dan menanam bibit pohon nanggroe di bantaran pinggiran Danau Siombak.

Kegiatan positif ini langsung di respon baik oleh masyarakat yang membuat mantan Gubernur Sumut, Dr. Ir. H. Tengku Erry Nuradi, MBA, M, SI
ikut bergabung menanam bibit pohon nanggroe dan membersikan sampah di danau kebanggaan masyarakat Medan Utara tersebut.

Mantan Gubernur Tengku Erry mengatakan, kalau bukan kita putra daerah Medan Utara siapa lagi yang mau menjaga danau ini, ayok kita jaga dan kita manfaatkan danau ini menjadi aset pendapatan masyarakat sekitar jangan biarkan dia menjadi kotor dan tidak berguna. Imbuhnya. Sabtu (23/2/19)


Sementara, Saharudin dari komunitas Gebraksu mengatakan, sebagai penggerak, beliau menghimbau kepada masyarakat dan intansi yang ada di daerah Kec Medan Marelan ini untuk memanfaatkan aset daerah yang ada di danau ini menjadi tempat wisata kuliner dan fungsikan dengan baik.

Selain itu, aktifis mahasiwa yang terdiri dari mahasiswa pencinta alam (Mapala) berencana akan menjadikan sampah berguna untuk masyarakat dan mendaur ulang menjadi bahan yang juga akan di pergunakan masyarakat. ucap salah seorang mahasiswa Mapala

Pantauan awak media dilokasi, masyarakat mulai memasang perangkap sampah di aliran sungai berderah agar sampah bisa di angkut dan tidak menyebar kemana mana. (Boim)