Breaking News
Petugas Gabungan Berhasil Ungkap Kasus Penyeludupan Brangkas di Asahan

Petugas Gabungan Berhasil Ungkap Kasus Penyeludupan Brangkas di Asahan

ASAHAN | DN24 - 
 
Satpolair Polres Tanjung Balai Polda Sumut bersama Unit Pelayanan Terpadu Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Tanjung Balai, Asahan (UPT BKIPM TBA) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan brangkas.

Informasi yang dihimpun mengatakan, berangkas atau kepiting ladam itu ditemukan dari sebuah kapal motor yang sandar di tangkan Sri Muara tepatnya, di Jalan Garuda, Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung, Tanjung Balai, Jumat (22/2/19).

Kepala UPT BKIPM TBA, Sondang Sitorus didampingi Kasat Polair Polres Tanjung Balai, AKP Agung Basuni SH, SIK dan Kepala PSDKP TBA, Denggan Sagala di Tanjungbalai, membenarkan temuan brangkas yang disimpan dalam wadah fiber tersebut.

“Benar, Satwa langka itu disimpan dalam delapan unit fiber yang ditutupi terpal sebagai muatan kapal motor bertonase 10 ton, bermesin dompeng tersebut. Dan diduga akan dikirim keluar negeri,” katanya kepada awak media. sabtu (23/2/19)

Menurut Sondang, temuan itu berawal dari patroli rutin yang dilakukan personel UPT BKIPM TBA, Polair dan PSDKP TBA di perairan Selat Malaka dan Sungai Asahan yang melihat sebuah kapal mencurigakan dan dilakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan, petugas temukan 573 ekor Brangkas dalam keadaan mati dan 238 ekor Brangkas masih hidup.

Satwa langka itu dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, yang diturunkan ke dalam Permen KLHK Nomor 106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.

“Brangkas merupakan satwa yang dilindungi sehingga tidak diperbolehkan menangkap, memperdagangkan dan atau mengedarkan. Brangkas yang masih hidup akan dilepaskan ke habitanya,” ungkap Sondang

Sementara, Kasat Polair Polres Tanjung Balai, AKP Agung Basuni menjelaskan, sebelumnya pihaknya mendapat informasi dari masyarakat ada kapal bermuatan yang mencurigakan.

Selanjutnya, KBO Sat Polair bersama sejumlah personel dengan menggunakan kapal patroli KP II -2027 dan Speed KP II-2004 serta petugas UPT BKIPM TBA dan PSDKP bersama-sama melakukan penindakan terhadap kapal tersebut.

AKP Agung Basyuni mengaku belum mengetahui siapa oknum yang berani melakukan pelanggaran tersebut. Namun pihaknya akan melakukan penyelidikan.

“Kami akan tetap melakukan penyelidikan siapa orang yang berani melakukan pelanggaran terhadap penangkapan dan dugaan upaya penyelundupan satwa yang dilindungi itu,” ujarnya. (jolly)