Breaking News
Poldasu : 2 TSK Pemalsuan Surat Grant Sultan Ditahan, 1 TSK Tidak Ditahan Karena Sakit Stroke

Poldasu : 2 TSK Pemalsuan Surat Grant Sultan Ditahan, 1 TSK Tidak Ditahan Karena Sakit Stroke



MEDAN | DN24 - Penyidik Subdit II/Harda-Tahbang Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut, melimpahkan tiga tersangka kasus pemalsuan Grant Sultan berikut barang bukti ke pihak kejaksaan (P-22).

Sementara itu, Tengku Azankhan tidak dilakukan penahanan karena yang bersangkutan menderita penyakit stroke, dan proses penyidikan terhadap dirinya ditunda.

"Ketiga tersangka pemalsuan Grant Sultan itu sudah kita limpahkan bersama barang buktinya pada Jumat (15/2) lalu. Untuk seorang tersangka lagi belum kita lakukan pemberkasan," ucap Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian didampingi Kasubdit II/Harda-Tahbang, AKBP Edison Sitepu kepada wartawan. Jumat (22/2).

Andi menambahkan, dalam kasus pemalsuan Grant Sultan ini pihaknya belum menemukan indikasi keterlibatan pihak lain. Kepolisian masih menyelidiki adanya kejahatan serupa yang berdampak terhambatnya pembangunan. 

Pemalsuan Grant Sultan ini menjadi permasalahan nasional karena terkait pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai, yang merupakan program pembangunan pemerintah. 

"Kasus pemalsuan Grant Sultan ini telah menghambat pembangunan Jalan Tol. Tapi, kita belum temukan keterlibatan pihak lain," terangnya.

Berita sebelumnya, berkas perkara Grant Sultan yang melibatkan tiga tersangka, salah satu diantaranya oknum pengacara yang sempat dikembalikan jaksa karena dianggap belum lengkap (P-19j.

"Semua petunjuk jaksa sudah kita penuhi makanya kita kirim," bebernya, Senin (11/2/19).

Dalam kasus pemalsuan Grant Sultan yang mengakibatkan terhambatnya pembangunan Jalan tol Medan-Binjai persisnya di Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, tersangkanya hanya empat orang.

Empat orang tersangka diantaranya seorang pengacara, tiga ditahan yaitu, Afrizon SH selaku pengacara, Tengku Awaludin Taufiq dan Tengku Isywari. 

Sementara Tengku Azankhan tidak dilakukan penahanan karena menderita penyakit stroke.

Keempat tersangka diduga memalsukan Grant Sultan yang tanahnya terletak di Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli. 

"Akibat dari perbuatan para tersangka tersebut, sepanjang 800 meter lahan tidak bisa dibebaskan sehingga pembangunan jalan tol dari Medan ke Binjai tidak dapat dilanjutkan. 

Mudah-mudahan, setelah kasus ini terbongkar, pembangunan infrastruktur sebagaimana yang dicanangkan presiden RI, dapat segera dilanjutkan," kata Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto saat penangkapan para tersangka.

Agus mengungkapkan, para pelaku memalsukan foto copy dokumen Grand Sultan atas lahan tersebut. Selanjutnya, mereka meminta keterangan dari BPN yang kemudian memalsukan balasan surat BPN atas surat keterangan yang para tersangka kirim. 

Kemudian, surat balasan palsu itu mereka lampirkan pada dokumen yang dibuat sendiri yang seolah-olah surat balasan BPN yang mereka palsukan itu. Surat palsu itulah diajukan untuk melakukan gugatan perdata ke PN dengan ganti rugi sekitar Rp.250 miliar. tandasnya. (Jolly)