Breaking News
Polisi Sedang Selidiki Kasus Kematian Dua Korban Terduga Pencuri Helm di Kampus Unimed

Polisi Sedang Selidiki Kasus Kematian Dua Korban Terduga Pencuri Helm di Kampus Unimed

MEDAN | DN24 - 

Polsek Percut Sei Tuan melakukan penyelidikan kasus penganiayaan yang menyebabkan tewasnya dua orang warga Tembung di kampus Universitas Negeri Medan (Unimed), Selasa (19/2/19) sore lalu.


Kedua korban yakni, Joni Pernando Silalahi (30) dan Steven Sihombing (21) warga Jalan Tangkul I, Kelurahan Siodorejo, Kecamatan Medan Tembung, yang telah dituduh mencuri helm milik mahasiswa di kampus tersebut.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, pihaknya telah menerima dua Laporan (LP) atas kasus tersebut. Laporan itu baik dari mahasiswa yang menjadi korban pencurian helm, maupun dari kedua orang tua terduga pelaku yang tewas dianiaya tersebut.

"Sudah ada dua LP, baik dari mahasiswi yang helmnya dicuri maupun dari orang tua korban yang meninggal," ungkapnya kepada wartawan, Kamis (21/2/19).

Atas laporan itu, pihaknya kini sedang menindaklanjuti kasus tersebut. Hanya saja sejauh ini kepolisian masih kesulitan untuk mendapatkan saksi.

"Sudah kita panggil. Tp saksi belum ada yang mau," ucap Nainggolan

Nainggolan juga menegaskan, kepolisian akan terus bekerja maksimal dalam mengungkap kasus itu. Meski diakuinya, untuk menghadirkan kepolisian masih kerepotan. Tapi yakinlah kami akan bekerja. tegasnya.

Sementara itu, laporan mahasiswi yang menjadi korban pencurian helm, MP Nainggolan mengatakan kasusnya sudah dianggap gugur. Karena, kedua terduga pelaku pencurian helm sudah meninggal dunia.

"Jadi untuk laporan pencurian sudah gugur," terangnya.

Diketahui, kedua korban terduga telah dituduh melakukan pencurian helm saat hendak keluar dari areal kampus Unimed. Spontan, akibat tuduhan ini membuat keduanya ramai dikerumuni massa, sehingga keduanya pun dihajar massa hingga sekarat dan meninggal di RS Haji Medan.

Sementara itu, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan adanya aksi amuk massa yang menyebabkan dua orang tewas.

Faidil menambahkan, kedua pria yang meninggal dunia itu telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk kepentingan otopsi untuk selanjutnya dibawa kerumah duka. tandasnya. (Jolly)
 
Gambar : TribunMedan