Breaking News
Protes PT TPI, Sopir Taksi Online di Medan Demo Kantor Edy Rahmayadi

Protes PT TPI, Sopir Taksi Online di Medan Demo Kantor Edy Rahmayadi

MEDAN | DN24 -

Ratusan pengemudi taksi online Grab berunjuk rasa di Medan, Senin (11/2). Mereka memprotes sikap operator yang memberikan prioritas order penumpang kepada mitra yang tergabung dalam perusahaan vendor PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (PT TPI).

Aksi unjuk rasa driver taksi online ini berpusat di depan kantor Gubernur Sumut, Jalan P Diponegoro, Medan.

Mereka menuntut agar Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menutup PT TPI.

Pengunjuk rasa menilai keberadaan PT TPI memberatkan mitra individual. Menurut pendemo, PT Grab memberikan prioritas order pada mitra driver yang tergabung dalam perusahaan vendor itu, karena mereka mencicil mobil dengan cara dipotong langsung.

Sementara mitra individual juga punya kebutuhan. Sebagian besar juga harus membayar kredit. "Akibat kurangnya order, banyak unit rekan kita yang ditarik leasing," kata Rahmat Kristian, koordinator aksi.

Pengunjuk rasa menilai PT Grab telah melanggar UU No 5 Tahun 1999 tentang Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Mereka juga mengadukan PT TPI tidak nemiliki izin operasi dan sudah berulang kali melanggar kesepakatan. "Kontrak kepemilikan kendaraan juga tidak jelas," sambung Rahmat.

Dalam unjuk rasa, pendemo membawa serta mobilnya. Ratusan kendaraan itu diparkirkan di sekitar lokasi unjuk rasa.

Kemacetan tak terhindarkan. Arus lalu lintas dialihkan ke beberapa titik.

Para pengunjuk rasa juga melakukan sweeping terhadap rekan-rekannya yang tidak ikut unjuk rasa. Taksi online yang dihentikan terpaksa ikut berunjuk rasa. Mereka bahkan sempat salah menghentikan kendaraan yang ternyata bukan taksi online. Sejumlah perwakilan pendemo kemudian bertemu langsung dengan Edy Rahmayadi di Kantor Gubernur Sumut. Dalam pertemuan itu, mereka sepakat pertemuan dengan pihak-pihak terkait akan digelar Rabu (13/2).
 
 
Sumber : Merdeka.com