Breaking News
Ratusan Massa Buruh Hadiri RDP Sambil Masak Nasi Di Kantor DPRD Labusel

Ratusan Massa Buruh Hadiri RDP Sambil Masak Nasi Di Kantor DPRD Labusel

LABUSEL | DN24 -
 
Ratusan massa dari Serikat Buruh Indonesia (Serbundo) Kabupaten Labuhanbatu Selatan mendatangi kantor DPRD, Rabu (13/02/2019) dalam rangka Rapat Dengar Pendapat (RDP) menindak lanjuti tuntutan massa aksi yang dilakukan pada hari Senin lalu dikantor DPRD terkait persoalan hak-hak buruh seharusnya diterima, sebagaimana yang telah diatur Undang – Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan belum sepenuhnya diterima. “Masih banyak buruh yang mengalami sakit berkepanjangan diatas satu tahun belum di PHK dengan menerima upah hanya sebesar 25%,bayarkan oleh perusahaan PT. PLP Langga Payung Kec.Sei Kanan Kab. Labusel.

Kedatangan ratusan massa dibawah pimpinan Jamal Hasibuan dengan membawa bendera serikat buruh Indonesia berwarna merah saat tiba di kantor DPRD Labusel disambut anggota DPRD dengan mendapat pengawalan dari personil polisi dan satuan polisi pamong praja (Satpol PP) dipimpin Arifin Murdani SE

Pantauan awak media terlihat beberapa perwakilan dari massa memasuki kantor DPRD menuju ruang sidang untuk melakukan RDP dengan anggota Dewan bersama dengan pihak perusahaan PT. PLP.

Dalam RDP dihadiri ketua DPRD H.Jabaluddin dan sejumlah anggota dewan lainnya diantaranya Fery Andhika fraksi Demokrat, H.Zainal Harahap fraksi PDI Perjuangan, Rusli Hasibuan fraksi Golkar , H Iwan fraksi Gerindra dan H. M.Fadli fraksi PAN, dari perwakilan perusahan dihadiri 4 orang, ketua buruh serikat pekerja Jamal Hasibuan, orator massa Irfan Rifai Nasution ,Rijal Sembiring dan sekitar 30 orang massa buruh, selain itu RDP juga dihadiri pihak kepolisian Kabag OPS Kompol Mustapa Nasution dan Kapolsek kec.Seikanan AKP M.Basyir. iptu H.A. Silalahi Kanit ekonomi polres Labuhanbatu.

Irfan Rifai Nasution menegaskan agar adanya ketegasan dan kewenangan yang di lakukan lembaga dewan terhormat artinya hari ini merupakan sejarah pengusaha yang ada diLabusel bahwa lembaga DPRD kita buktikan masih bermartabat dan masih memiliki kewenangan.

H.Zainal Harahap menyinggung persoalan yang dialami para buruh adalah masalah kemanusiaan dan masih banyak perusahaan yang melakukan hal serupa terhadap buruh di Labusel, selanjutnya kata H.Zainal kepada perusahaan agar dapat menuju tuntutan massa Buruh Serikat Pekerja (Sibundo) PT. PLP Langga Payung.

H.Zainal Berpesan kepada perwakilan perusahan "Sampaikan Kepada pimpinan perusahaan agar dapat mempertimbangkan kembal tuntutan para buruh serikat pekerja perusahaan".

Fery Andhika meminta kepada Disnaker agar segera menyusun draf dan kajian akan di masukan dalam Anggaran P-APBD tahun 2019 untuk selanjutnya akan dibahas tentang persoalan buruh serikat pekerja perusahaan pada rancangan peraturan daerah.

Sementara Ketua DPRD Labusel H.Jabaluddin menyampaikan DPRD akan merekomendasikan agar apa yang di tuntut massa buruh dapat ditindak lanjuti oleh pihak perusahaan dan rekomendasi dari DPRD akan di keluarkan pada hari Senin namun pihak massa buruh mendesak dihari RDP agar rekomendasi dikeluarkan, dan ratusan massa buruh tidak beranjak dari halaman kantor DPRD sebelum rekomendasi dikeluarkan bahkan massa melakukan masak nasi di depan pintu masuk kantor DPRD Labusel.(AZR)