Breaking News
Santri Hanyut di Sungai Magelang, Jasadnya Terdampar 64 KM di Pantai Trisik Bantul

Santri Hanyut di Sungai Magelang, Jasadnya Terdampar 64 KM di Pantai Trisik Bantul

Santri Hanyut di Sungai Magelang, Jasadnya Terdampar 64 KM di Pantai Trisik Bantul MAGELANG | DN24 -

Seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Kauman Pirikan, Sofyan (17), hanyut di sungai Bolong Magelang, pada Jumat 15 Februari 2019 sore. Jasad santri asal Batam itu ditemukan oleh nelayan Bantul di pantai Trisik Bantul pada Sabtu (16/2/19) pukul 08.00 WIB.

Informasi yang diperoleh dari Basarnas Jateng, kejadian bermula saat Jumat sore, 3 sanrei pondok pesantren Kauman Pirikan, Kabupaten Magelang sedang mandi di Sungai Bolong. "Saat mandi tiba-tiba banjir datang, dua santri bisa menyelamatkan diri sedangkan Sofyan hanyut terbawa arus," ungkap Kepala Basarnas Jawa Tengah, Aris Sofingi, Sabtu (16/2/2019).

Warga sekitar yang menerima informasi adanya orang hanyut langsung melakukan pencarian, namun tidak membuahkan hasil. Sabtu pagi, pencarian langsung digelar tim SAR Gabungan dengan melakukan penyisiran di sepanjang sungai.

"Saat penyisiran tim mendapatkan informasi bahwa ada nelayan yang menemukan sesosok mayat di pantai Trisik Bantul dan telah dibawa ke Polsek Srandakan Bantul," ujarnya.

Perwakilan tim SAR Gabungan langsung menuju ke TKP untuk memastikan apakah mayat penemuan tersebut adalah santri yang dicari. Setelah dipastikan oleh perwakilan pondok bahwa benar itu adalah Sofyan, akhirnya korban dibawa ke pondok untuk dimandikan dan menunggu dijemput oleh keluarga dari Batam.

"Korban terbawa hanyut sejauh 64 km dari lokasi kejadian, dan saat ini pihak pondok pesantren menunggu pihak keluarga karena informasinya korban akan dikebumikan di Batam," pungkasnya. 
 
 
Sumber : SINDOnews