Breaking News
Dua ABG Disekap Dirumah Kosong, Diduga Pelaku Berinisial D

Dua ABG Disekap Dirumah Kosong, Diduga Pelaku Berinisial D



MEDAN DELI | DikoNews24 - Tidak pulang 1 malam, 2 orang anak gadis SMP Kelas tiga menjadi persoalan bagi kedua orang tua Nopa rida (37) dan Arifin Efendi (38) yang merupakan kedua orang tua Deli Puspita Sari (14), warga Jalan Alfaka 1 Lingkungan 3 Kelurahan Tanjung Mulia Hilir dan Tika (19), warga Jalan Alfaka 5 Kecamatan Medan Deli.

Mendengar hal ini kedua orang tua korban berusaha untuk mencari anaknya yang tak kunjung pulang, suntuk hingga akhirnya kedua orang tua DL dan TK, Rabu malam 4/4/19 sekira pagi pukul 21:00 wib, mencari keberadaan anaknya hingga sampai saat ini belum juga ditemukan keberadaannya.

Tak berapa lama, kedua orang tuanya menemukan sumber dari tempat yang telah dicurigai ternyata keberadaan kedua anaknya tersebut berada disebuah rumah kosong yang dihuni oleh 4 orang remaja di perumahan dekat pinggir rel kereta api Portal di Lingkungan 1 Kelurahan Brayan Bengkel Kecamatan Medan Timur.

Menurut keterangan orang tua DL kepada www.dikonews7.com mengatakan, anak saya satu malam tidak pulang pak, tapi setelah saya cari ketempat temannya anak saya tidak ada hingga akhirnya saya menemukan sumber yang datangnya dari mulut ke mulut ada yang mengatakan kedua anak perempuan itu berada didalam rumah kosong bercat hijau dipinggir rel kereta api. Kamis (4/4/19)

Mendengar informasi itu, kedua orang tua DL dan TK langsung mendatangi rumah kosong tersebut. namun, orang tua korban sempat terhalang oleh remaja yang diduga  pelaku penyekapan.

Menurut keterangan dari ibu kandung DL kalau lah ini semua penyebabnya Ibnu alias Danu warga Lingkungan 2 Gg. Banten Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli. Ucap Nopa.

Kedua orang DL meminta kepada beberapa remaja diantaranya Danu CS agar rumah kosong yang digembok dari luar segera dibuka untuk memastikan kalau kedua anaknya memang berada didalam rumah kosong itu.

Sambungnya, namun itu tidak membuahkan hasil karena beberapa tetangga yang berada dirumah kosong tersebut dengan seorang yang mengaku penjaga rumah kosong saling menutupi dan akhirnya orang tua DL enggan untuk membongkar rumah tersebut hanya karena omongan penjaga rumah kosong mengatakan ”ok kita bongkar rumah ini tapi kalau tidak ada kalian berani tidak bertanggung jawab,” kata perempuan penjaga rumah kosong.

Selanjutnya, kedua orang tua berupaya untuk memanggil Nurman, Kepling Lingkungan 1 Kel. Brayan Bengkel, Kec. Medan Timur agar rumah kosong itu dibongkar, namun, upaya itu pun gagal.

Kemudian, tiba-tiba dari arah belakang Danu muncul saat ditanya kemana DL dan TK Danu mengatakan saya tidak tahu, memang sih kalau HP sih DL dengan saya itu pun sudah tidak ada lagi sama saya karena tadi malam saya dibegal. Kata Danu dengan nada gugup.

Merasa kesal dengan kelakuan Danu, pihak keluarga mencoba menemui Kepala Lingkungan 2 Di gang Banten untuk berkoordinasi dengan Kepling dikarenakan Danu merupakan warga Lingkungan 2 Gg. Banten Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, hingga akhirnya DI dan TK ditemui dengan cara berlari mengarah ke Brayan.

Saat ditanya dari mana kalian, kami disekap dirumah kosong itu dengan cara dikunci dari luar pak sehingga kami tidak bisa keluar dari rumah itu. Kata Dl dan TK. (boim)