Breaking News
Hendry Buronan Tahun 2008 Dibekuk Tim Gabungan Intelijen Kejatisu dan Kejari Siantar

Hendry Buronan Tahun 2008 Dibekuk Tim Gabungan Intelijen Kejatisu dan Kejari Siantar



MEDAN | DikoNews24 - Tim gabungan Intelijen Kejatisu dan Kejari Siantar meringkus Ir Henry Panjaitan buronan sejak 2008, dalam kasus pembangunan kios darurat Pasar Horas Pematang Siantar Tahun 2002. 



Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian mengungkapkan, Henry merupakan terpidana 4 tahun penjara itu diamankan pada Selasa (23/4/19) pada pukul 7.30 WIB di warung kopi Jalan Sei Silau Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan.

"Yang bersangkutan sudah masuk dalam pemantauan kita sejak 17 April kemarin. Saat itu tim kita melihat yang bersangkutan melakukan pencoblosan tak jauh dari rumahnya di Sei Asahan. Namun tim kita gagal melakukan penangkapan saat itu" tutur Sumanggar. 

Kemudian, pagi tadi tim intelijen langsung mengamankan tersangka saat hendak sarapan. 

"Henry sudah 11 tahun menjadi terpidana dalam kasus ini sebagai rekanan beliau sering berpindah-pindah Jakarta dan Medan sehingga menyulitkan kita melakukan eksekusi" kata Sumanggar. 

Sementara itu, Kepala Kejari Pematang Siantara Ferziansyah Sesunan mengatakan, sebelum dimasukan dalam daftar buronan, Henry pada tahun 2002 dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri Siantar. Namun Jaksa langsung Kasasi.

"Nah pada tahun 2005, putusan kasasi keluar dan menghukum Henry dengan pidana 4 tahun penjara denda sebesar Rp 200.000.000 subsidair 6 bulan dan membayar uang pengganti sebesar Rp. 247 juta" ujar Ferzi. 

Namun jaksa pada saat itu belum langsung mengeksekusi Henry lantaran salinan putusan kasasi belum diterima.  Kemudian pada tahun 2008 barulah jaksa menerima salinan putusan itu. 

Pada saat kita eksekusi, tersangka sudah melarikan diri, kemudian, Belakangan ini beliau merubah identitasnya termasuk alamat rumah. Sebut Ferzy

"Terpidana melakukan pergantian data identitas tempat tanggal lahir dan alamat tempat tinggal pada rekam E-KTP dan merubah namanya menjadi Hasudungan," ujar Ferzy. 

Diketahui, Henry merupakan Direktur CV. Vini Vidi Vici terpidana dalam tindak pidana korupsi pada pembangunan kios darurat pasar Horas Pematang Siantar TA. 2002 yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 679.496.741,.

Dia tidak sendirian dalam kasus ini.  Mantan Walikota Siantar Marin Purba juga terlibat dan sudah dihukum pidana penjara. tukasnya. (DN24)